Sejarah Awal Terbentuknya Kampung Inggris | Pare, Kediri, Jawa Timur



Setiap tempat yang ada di dunia ini pasti mempunyai sejarah yang mengawali terbentuknya tempat tersebu, karena demikian  sejarah akan terus dikenang selama-lamanya.

Dan yang akan kita bahas sekarang ialah Sejarah Kampung Inggris,  yang berlokasi di Pare, Kediri, Jawa Timur, Indonesia.

Kira-kira seperti apa sejarah kampung Inggris itu ?

Baiklah jika kalian penasaran langsung saja simak penjelasan di bawah ini.

Sejarah Kampung Inggris Pare

Kampung ini memang ada sejak dulu, tapi dulunya tidak disebut kampung Inggris, karena  ini sebenarnya bukan nama formal diri sebuah desa melainkan julukan saja.

Nama desanya adalah Desa. Tulungrejo dan Desa. Palem. 

Alm. Kyai Ahmad Yazid

Pada zaman dahulu di kampung Inggris ada seorang Kyai bernama Ahmad Yazid, beliau adalah pengasuh PP. Darul Falah Pare, karena kecerdasan dan kepintarannya, beliau dikenal oleh orang banyak.


Bukan hanya itu, beliau juga menguasai lima bahasa asing jadi seringkali di jaman pemerintahan Soeharto, beliau diundang untuk menjadi penerjemah bahasa Indonesia ke berbagai bahasa negara lain.

Kalend Osen

Kabar tentang kyai Ahmad Yazid yang menguasai lima bahasa asing sampai di telinga seorang santri asal Kutai Kartanegara, yang sedang menimba ilmu di Pondok Modern Gontor Ponorogo.

Beliau bernama Kalend Osend.

Pada saat itu beliau tidak bisa melanjutkan sekolahnya, dikarenakan orang tuanya sudah tidak mampu lagi untuk mengirim Kalend Osen, dengan keadaannya yang seperti itu beliau berniat pergi ke Pare untuk berguru pada Kyai Ahmad Yazid. 

Hanya berbekal keinginan dan tekad yang kuat hijrah ke Pare untuk berguru, setelah sampai disana.

Beliaupun bertemu dengan Kyai Ahmad Yazid. mendengar cerita Kalend Osen yang sangat mengharuhkan, Kyai Ahmad Yazid menerimanya sebagai murid, ia belajar dan tinggal di pesantren tanpa biaya.

Kalend Osen teringat dengan berita yang ia dengar bahwa Kyai Ahmad Yazid menguasai lima bahasa asing, akhirnya beliaupun mempelajari bahasa Inggris dan bahasa Arab.

Kedatangan  Murid Pertama

Sekitar pada tahun 1976 datang  dua orang Mahasiswa dari IAIN Sunan Ampel Surabaya, bernama Umar Abdullah dan Sukardiono.

Tujuan mereka ingin menemui Kyai Ahmad Yazid untuk belajar bahasa Arab dan Inggris, karena dua pekan lagi mereka akan mengikuti ujian negara. 

Kebetulan pada saat mereka tiba Kyai Ahmad Yazid sedang bepergian ke Majalengka karena suatu urusan, dan kedua Mahasiswa itu hanya ditemui oleh istrinya, entah dengan alasan apa istri Kyai Ahmad Yazid menyuruh mereka berdua untuk belajar kepada Kalend Osen.

Merekapun mendapati beliau yang sedang menyapu halaman Masjid, setelah mereka memberitahu tentang tujuannya ke pare akhirnya beliau bersedia untuk mengajar mereka.

Pembelajaran dilakukan di serambi mesjid pesantren, pembelajaran yang dilalui cukup singkat hanya dalam waktu lima hari saja.

Berdirinya Tempat Kursus Pertama

Satu bulan kemudian mereka kembali lagi dengan membawa kabar bahwa mereka lulus Ujian Negara, keberhasilan mereka tersebar luas di kalangan Mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya dan banyak Mahasiswa yang mengikuti jejak mereka berdua.

Berita dari mulut ke mulut yang menjadikan terbentuknya kelas pertama.

Dan sejak saat itu pada 15 Juni 1977 di Dusun Singgahan, Desa Palem, Kecamatan Pare, Kalend Osen mendirikan lembaga kursus dengan nama Basic English Course (BEC). 

Dengan adanya enam siswa pada kelas perdana, Kalend Osen berhasil mendidik mereka semua, tidak hanya ilmu bahasa yang diajarkan tapi ilmu agama juga mereka dapatkan.

Nama Kampung Inggris

Setelah sepuluh tahun sudah Kalend Osen berjuang mengurus lembaganya seorang diri dan berhasil menghadapi segala cobaan dan rintangannya beliau melakukan dengan sangat baik.

Sekitar tahun 1990-an banyak alumni yang diminta membuat lembaga untuk menampung pelajar di Basic English Course (BEC) yang tidak kebagian kuota, saking banyaknya pendaftar baru.

Seiring berjalannya waktu tempat kursus di Pare semakin bertambah, karena itulah kampung ini dijuluki Kampung Inggris.

Jadi bukan tanpa alasan, dijuluki kampung Inggris, melainkan karena kampung tersebut merupakan tempat belajar bahasa Inggris terbesar di Indonesia, bahkan di tahun 2018 sekarang ini tercatat lebih dari 200 lembaga kursus yang ada.

Itulah Sejarah Kampung Inggris yang akan terus dikenang oleh penduduk Pare, dengan tekad perjuangan dan kerja keras seorang guru sederhana, yang membuat nama Kampung Inggris dikenal seluruh Nusantara.


PAKET

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel