Kampung Inggris Pare Kediri - Rumah Bagi Pelajar Indonesia

Kampung Inggris Pare

Pendahuluan

Menguasai bahasa asing merupakan suatu hal penting saat ini, apalagi menguasai bahasa internasional yaitu bahasa Inggris. Sebuah wilayah yang ada di Kediri Jawa Timur terkenal dengan julukan yaitu Kampung Inggris Pare, disini pendatangnya tidak hanya warga Indonesia namun juga para pendatang dari manca Negara.

Kalend Osen

Sejarah Kampung Inggris Pare tak lepas dari sosok Kalend Osen, pada tahun 1976 Kalend Osen yang merupakan warga asli Kutai Karta Negara berguru kepada KH. Ahmad Yazid yang menguasai Sembilan bahasa di kecamatan Pare.

Kalend Osen mendirikan lembaga kursus pertama di Pare dengan nama BEC (Basic English Course) pada tahun 1977, awalnya adalah ketika beliau membantu dua mahasiswa IAIN Surabaya untuk belajar bahasa Inggris demi persiapan unjian Negara. Akhirnya dengan keberhasilan dua mahasiswa tersebut nama Kalend Osen mulai dikenal dan banyak siswa datang ke Pare untuk belajar bahasa Inggris.

“Sekarang, Alhamdulillah sudah banyak yang mengikuti jejak kita sehingga jumlah lembaga kursus di Pare berjumlah sekitar 160. Kita merasa senang karena banyak yang menjadi mitra kerja kita, saya beranggapan mereka bukanlah saingan saya tapi mereka adalah anak-anak saya yang saya anggap mitra kerja untuk mengembangkan bahasa Inggris ini. Kita niati membantu perkembangan Negara kita Republik Indonesia.” (Kalend Osen – Pendiri BEC)

KH. Ahmad Yazid

KH. Ahmad Yazid wafat tahun 1990 pada usia 78 tahun, namu namanya masih selalu dikenang dalam sejarah terbentunya Kampung Inggris Pare, bahkan anaknya Nur Hasan Yazin mendirikan lembaga Ahmad Yazid Center untu mengenang sosok ayahnya.

“Guru harus berdoa untuk muridnya agar muridnya lebih maju dari pada dia sendiri, kalau seorang guru tidak pernah mendoakan muridnya melebihi dari dia, susah majunya Negara ini.” (KH. Ahmad Yazid)

Kampung Inggris Pare

Pada tahun 2019 usia Kampung Inggris Pare sudah mencapai 42 tahun, semakin bertambahnya usia Kampung Inggris semakin produktif melahirkan putra putri bangsa yang mahir berbahasa Inggris. Para pelajar mengaku mendapat mosfer yang mendukung untuk berani berbicara bahasa Inggris.

Di lembaga kursus bahasa Inggris pertama di Pare diisi menerapkan kedisiplinan tinggi, lingkungan yang mendukung menjadi kunci belajar bahasa, tidak ada yang merasa dihakimi ketika membuat kesalahan bahasa karena di Kampung Inggris Pare masyarakat menganggap bahwa kesalahan adalah proses pembelajaran menuju kemahiran.

“Kesediaan untuk berproses itu menjadi kontrak learning kami sebelum mereka daftar disini, itulah mengapa mereka yang mau kesini harus siap untuk diatur karena dengan begitu kontrak kita jelas. Saat mereka tidak siap untuk mengikuti disiplin berbahasa dan tidak mau berproses untuk tangguh dalam proses ini, mereka biasanya mundur secara pelan-pelan.” (Mr. Fuad – Tutor BEC)

Suasana Kampung Inggris

Suasana kekeluargaan yang hangat sangat terasa di Kampung Inggris Pare, tak heran jika para pelajar betah tinggal di Kampung Inggris hingga hitungan bulan bahkan bertahun-tahun. Banyak alumni Kampung Inggris yang menjadi tutor tau pengajar di berbagai lembaga kursus, setelah mahir berbahasa Inggris mereka mendedikasikan diri untuk berbagi ilmu pada pelajar yang datang ke Kampung Inggris Pare.

Lembaga Kursus

Perkembangan lembaga kursus di Kampung Inggris semakin pesat, setiap tahunnya selalu bermunculan lembaga kursus baru, hingga kini ada sekitaran 160 lembaga kursus bahasa. Tidak hanya bahasa Inggris, ada juga bahasa asing lain seperti: Arab, Mandarin, Spanyol, Jerman, dan Korea.

Sistem dan Pembelajaran

Setiap lembaga kursus di Pare memiliki strategi tersendiri untuk memberikan materi kursus bahasa, seiring perkembangan zaman dan teknologi sistem pengajaranpun berubah, hal ini untuk menyesuaikan kodisi sesuai mayoritas dari generasi milenial yang akrab dengan teknologi, internet, dan media sosial.

“Pelajar sekarang sudah terbiasa dan sangat bergantung pada internet, itulah mengapa sistem pembelajarannya tidak sama dengan zaman dulu. Kalau pelajar yang dulu-dulu ketika ingin mengetahui arti atau terjemahan bahasa maka mereka harus membuka buku kamus, dan sekarang pelajar bisa langsung mencarinya di internet sperti kamus, pola grammar seperti apa, pengucapan kata-nya seperti apa. Sehingga mau tidak mau kita harus memanfaatkan itu juga, karena kalau tidak mereka justru tidak mau. Nah itu kelihatan mencolok sekali dan susah untuk kita bawa ke cara pembelajaran jaman dulu, ini tidak berbicara efektifitas karena kalau itu bisa kita perdebatkan apakah yang dulu lebih efektif atau tidak lebih efektif, bukan masuk ke ran asana tapi yang jelas sekarang berubah seperti itu dari sisi pembelajaran”. (Mr. Imam – Marketing FB ESL)

Seiring berkembangnya jaman ada tantangan baru bagi Kampung Inggris Pare untuk menyediakan sistem pembelajaran online, dan permintaan untuk menguasai bahasa Inggris dengan cepat dari para pelajar.

Pengajar di Kampung Inggris

Mayoritas pengajar di Kampung Inggris Pare adalah warga Negara Indonesia, keberadaan Native Speaker masih kurang dari 1%. Native Speaker yang didatangkan dari luar negri kebanyakan tidak tinggal lama di Kampung Inggris Pare, namun ada warga Negara Amerika yang sudah 6 tahun tinggal di Kampung Inggris Pare dan mendedikasikan untuk mengajar bahasa Inggris yaitu Roy Tugmon melalui lembaga kursusnya (Bule House).

“Bagaimana untuk membuat pelajar senang dengan bahasa Inggris, mereka harus mengerti itu. Mereka harus menyukainya, seperti bahasa apapu yang dipelajari. Bahasa Indonesia, Jawa, Jepang, Mandarin, apapun itu yang dipelajari, itu tujuan kami. Jika kita tidak suka, maka kita tidak bisa mempelajarinya. Jadi, jika pelajar datang kesini, beberapa pelajar datang untuk berlibur, tapi mereka mengambil kursus, mereka mengambil grammar, semuanya tentang grammar dan itu yang membuat pelajar bingung dan mereka tidak dapat berbicara dengan baik. Mereka tidak mengerti bahwa kami (Native Speaker) berbicara sebelum kami belajar grammar, dan itu akan datang secara natural.” (Roy Tugmon – Direktur Bule House)

Alumni Kampung Inggris

Kampung Inggris Pare telah melahirkan alumni yang pandai berbahasa Inggris, salah satu tokoh Indonesia yang dulu pernah belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare selama 3 tahun, ia adalah Masfuk mantan Bupati Lamongan. Masfuk pernah mendapat penghargaan sebagai bupati terbaik di Indonesia pada tahun 2008 ini belajar di Kampung Inggris pada tahun 1997 bersama KH. Ahmad Yazid dan Kalend Osen.

“Saya sebagai anak muda waktu SMA kelas 1 kalau tidak salah di SMA 1 Muhammadiyah Pare, kemudian terinspirasi dengan KH. Ahmad Yazid sehingga saya juga belajar bahasa Inggris. Tapi situasinya tidak seperti sekarang, situasinya masih serba kekurangan, saya bersama pak Kalend pada waktu itu kalau kita belajar bahasa Inggris itu di sawah-sawah tidak ada ruangan khusus seperti sekarang, kalau sekarang sudah Alhamdulillah.” (H. Masfuk SH. – Mantan Bupati Lamongan)

“Saya kursus bahasa Inggris di FB ESL Kampung Inggris Pare pada bulan Agustus 2018, mulai mempelajari bahasa Inggris dari dasar yang dibimbing langsung oleh para guru yang ahli dan profesional. 3 bulan saya kursus di FB ESL, Alhamdulillah saya dipercaya untuk mengajar di lembaga ini. Tentu saja saya senang bisa membagi ilmu dan pengetahuan saya kepada pelajar lainnya, dan saya ucapkan terimakasih untuk FB ESL yang sudah membimbing saya.” (Mr. Risky – Alumni Tutor FB ESL)

“Saya belajar bahasa Inggris selama 1 tahun di FB ESL Kampung Inggris Pare, pada saat itu memulai pembelajaran dari dasar berproses hingga saya bisa berbahasa Inggris. Alasan saya belajar bahasa Inggris karena memang bahasa tersebut sangat dibutuhkan, dan Alhamdulillah selepas saya pulang ke kampung halaman bisa membagikan ilmu dan pengetahuan bahasa Inggris di Pondok Pesantren Nurul Islam Situbondo.” (Arif – Alumni FB ESL)

Masyarakat Kampung inggris

Masyarakat di Kampung Inggris Pare menganggap bahwa belajar bahasa Inggris merupakan kebutuhan, tak heran jika masyarakat lokal seperti pedangang warung dan PKL bisa berbahasa Inggris.

“Saya sudah berbicara bahasa Inggris Sejak tahun 2003 tapi tidak begitu lancar, saya bisa berbahasa Inggris dengan baik karena belajar dengan Mr. Kalend Osen disini.” (Totok – Pedagang)

Penduduk lokal Pare juga sangat baik dan ramah kepada pelajar yang datang untuk kursus, mereka tidak akan segan-segan membantu pelajar yang membutuhkan pertolongan.

Pelajar Kampung Inggris

Pelajar di Kampung Inggris berasal dari beragam latar belakang, para pelaku bisnis tempat tinggal baik kost atau asrama menyediakan pilihan tempat tinggal untuk para pelajar, baik secara fasilitas maupun Harga. Ada yang memilih di asrama sederhana dengan fasilitas terbatas dengan Harga mulai Rp. 200.000/Bulan, ada pula memilih tinggal di asrama premium dengan fasilitas lebih bagus seperti kamar mandi dalam, kulkas, AC, dan dapur dengan Harga mulai Rp. 500.000/Bulan.

Banyak dari pelajar memilih tinggal di asrama dari pada di kost karena bisa belajar dengan diawasi tutor asrama masing-masing, selain lebih fokus belajar mereka juga dapat mengenal budaya dari teman satu asramanya yang berasal dari daerah berbeda. Beragam suku agama dan ras di Kampung Inggris membuat pelajar saling bertukar budaya, hal ini juga mengajarkan pada pelajar di kampung Inggris tentang keberagaman.

Forum Kampung Bahasa

Forum Kampung Bahasa (FKB) kerapkali mengadakan even bertujuan agar para pelajar dan warga lokal Kampung Inggris Pare semakin dekat, seperti acara Miniatur Indonesia yang digelar 20 Agustus 2019 lalu. Para pelajar, pengajar, dan warga lokal menampilkan kesenian budaya masing-masing.

“Yang jelas satu kami dari pengurus FKB dengan banyaknya temen-temen datang yang beragam dari Sabang sampai Merauke itu Bagaimana tugas kita memberikan informasi seluas-luasnya, bahwa temen-temen yang sedang belajar di Kampung Inggris ini tetap jangan kehilangan jati diri bangsa. Mereka yang dari Sulawesi, Kalimantan, Madura, Papua, dan lain-lain tetap dengan kearifan lokal masing-masing itu bisa muncul justru di Kampung Inggris, makanya kami dari FKB itu memberikan panggung memberikan ruang apresiasi mereka untuk menampilkan kesenian itu.” (Ari Hakim – Pengurus FKB)

Penutup

Kampung Inggris Pare sebuah contoh pendidikan di Republik Indonesia, didasari rasa Menghargai budaya lain Kampung Inggris Pare bisa hidup dengan tentram dan damai meski berdampingan dengan beragam corak budaya. Berbagai macam kebudayaan menjadi satu di Kampung Inggris Pare, namun kesatuan tetaplah yang utama.











1 Response to "Kampung Inggris Pare Kediri - Rumah Bagi Pelajar Indonesia"

  1. Oh gitu ternyata, Kalend osen pendiri lembaga kursus pertama. Baru tau wkwk

    BalasHapus

Terima kasih atas partisipasinya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel